Bagaimana caranya memilih Sabun Transparan? Agar kita bisa tahu dengan pasti dan jelas yang mana Sabun Transparan Natural yang asli dan paling bagus diantara banyaknya produksi sabun transparan saat ini.
Kata orang Sabun Transparan ADEV Natural merupakan yang paling bagus kualitasnya dan mayoritas dipilih para ibu muda yang menawan dan setengah baya yang masih mempesona.Sabun Transparan Adev Natural 100% Aman bagi kesehatan para ibu tersebut.
Dasar teori sabun transparan
Penjelasan mengenai
dasar teori sabun transparan dimulai dari apa itu sabun dan manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari. Masyarakat umumnya menggunakan sabun dan deterjen. Bahan
yang terdapat di dalam sabun mampu menghilangkan zat renik (germ), debu/tanah dan
pengotor lainnya. Sabun dan deterjen membantu manusia untuk menciptakan suasana
yang lebih bersih dan menyenangkan.
Tahukah anda, bahwa
secara alami, sabun dibuat dari lemak minyak (tepatnya asam lemak)?? Yuk simak
penjelasan tentang apa itu asam lemak.
Reaksi yang terjadi
pada pembuatan sabun dikenal dengan nama reaksi penyabunan atau saponifikasi.
Reaksi ini terjadi pada saat asam lemak bertemu dengan basa kuat menghasilkan
sabun dan gliserol. Penyabunan dikenal juga dengan nama reaksi lainnya seperti reaksi
penetralan (netralisasi) dan reaksi penggaraman. Sabun yang terbentuk disebut
sebagai garam.
Asam lemak
Asam lemak adalah
hidrokarbon dengan rantai panjang yang pada satu gugusnya merupakan asam
karboksilat dan gugus lainnya adalah karboksil (-COOH). Rumus kimia secara umum
adalah RCOOH
Asam lemak
merupakan komponen penting pada tumbuhan, hewan dan mikroorganisme lainnya.
Asam lemak ditemukan di berbagai bagian tubuh, seperti membran sel, sistem
saraf dan sebagai surfaktan paru-paru.
Ada dua kelompok asam lemak yaitu asam lemak
jenuh dan asam lemak tak jenuh (saturated fatty acids and unsaturated fatty
acids).
Asam lemak
jenuh
Asam lemak jenuh: Asam lemak yang mengandung
ikatan tunggal karbon-karbon yang disebut asam lemak jenuh.
Contoh: asam stearat (C17H35COOH) & asam
palmitat (C15H31COOH)
Asam lemak tak jenuh
Asam lemak tak jenuh: Asam lemak yang
mengandung satu atau lebih ikatan ganda di rantai karbon (backbone).
Contoh: Asam oleat (C17H33COOH)
Asam lemak tak jenuh tunggal
Jika pada asam lemak hanya dijumpai satu
ikatan rangkap di rantai karbon-nya, maka asam lemak jenuh tersebut dikenal
sebagai asam lemak tak jenuh tunggal. Asam oleat adalah asam lemak tak jenuh
tunggal.
Asam lemak tak jenuh ganda
Jika pada asam lemak terdapat dua atau lebih
ikatan rangkap di rantai karbon-nya, maka dikenal sebagai asam lemak tak jenuh
ganda.
Asam linoleat {CH3 (CH2) 4CH = CHCH2CH = CH
(CH2) 7COOH} adalah asam lemak tak jenuh ganda. Ini berisi dua ikatan rangkap.
Asam lemak rantai panjang selalu berbentuk
trigliserida dan ditemukan dalam lemak dan minyak. Trigliserida adalah berupa
ester dari asam lemak. Trigliserinda terbentuk karena penggabungan asam lemak
dengan gliserol.
Gliserol
Gliserol memiliki tiga gugus fungsi alkohol
(gugus -OH) dan asam lemak memiliki gugus karboksil (gugus -COOH). Karena
gliserol memiliki tiga gugus -OH, maka tiga asam lemak harus bereaksi dengan
satu molekul gliserol untuk membentuk tiga gugus fungsi ester dan membentuk
triester gliserol atau trigliserida. Selama proses ini tiga molekul air
dihilangkan.
Sabun adalah bentuk
garam natrium atau garam kalium dari asam lemak rantai panjang. Ketika
trigliserida dalam lemak/minyak bereaksi dengan larutan NaOH atau KOH, maka
trigliserida diubah menjadi sabun dan gliserol. Reaksi ini disebut dengan
hidrolisis alkali (basa) dari ester. Karena reaksi ini mengarah pada
pembentukan sabun, itu disebut proses atau reaksi Saponifikasi.
Struktur molekul sabun
Molekul sabun tersusun atas 2 bagian, yakni
gugus polar (-COO-Na +) dan gugus non-polar (bagian R-hidrokarbon). Gugus polar
disebut kepala dan gugus non-polar disebut ekor. Dengan demikian, molekul sabun
memiliki kepala polar dan ekor hidrokarbon non polar. Kepala polar bersifat
hidrofilik (mencintai air) dan ekor non polar bersifat hidrofobik (penolak air)
di alam.
Reaksi penyabunan
tergolong ke dalam jenis reaksi eksotermik di alam. Disebut demikian karena
panas dibebaskan selama proses tersebut. Sabun yang terbentuk dari reaksi
penyabunan tersebut berbentuk suspensi. Suspensi sabun diendapkan sebagai
padatan dengan menambahkan garam ke dalamnya. Proses ini disebut salting out
sabun.
Jenis Sabun
Berdasarkan pada sifat alkali yang digunakan
dalam produksi sabun, maka jenis sabun diklasifikasikan menjadi dua jenis,
yakni sabun keras (padatan, batang) dan sabun lunak (cair).
Jika direaksikan antara garam natrium dan asam
lemak rantai panjang maka akan tersebentuk sabun keras (padatan, batang). Jenis
sabun ini sulit untuk larut dalam air dan digunakan sebagai sabun laundry.
Jika anda menggunakan
garam kalium (potassium) untuk direaksikan dengan asam lemak rantai panjang
maka terbentuklah sabun lunak (cair). Jenis sabun ini menghasilkan lebih banyak
busa (leather). Sabun lunak banyak digunakan sebagai sabun toilet dan sabun
cukur.
Jika dilarutkan dalam
air maka sabun terionisasi membentuk ion alkali.
sabun terurai menjadi ion alkali dalam air
Karena
sabun membentuk ion alkali, maka sifat sabun cenderung basa (alkaline) di alam.
Akibatnya, larutan sabun akan berasa licin.
Beberapa produsen
sabun menambahkan bahan seperti kolagen. Bahan pembuatan gelatin tersebut
dipercaya dapat mengembalikan elastisitas kulit. Kolagen yang terbuat dari
protein memang banyak terdapat di kulit, jaringan ikat dan tulang.
Semoga penjelasan
mengenai sabun tranparan ini bisa membantu anda yang cari referensi tentang
dasar teori pembuatan sabun.
Tips Memilih Sabun Transparan
Reviewed by Anna Bulgaria
on
23:58
Rating:
Reviewed by Anna Bulgaria
on
23:58
Rating:

No comments: