Perjalanan Sabun Transparan Adev Natural

Kita ikuti sebuah Perjalanan Sabun Transparan Adev Natural,yang saat ini telah menjadi salah satu pilihan utama wanita cantik di negeri ini.Sabun Sabun Transparan Adev Natural yang jumlahnya banyak dan bervariasi dengan harga yang bersaing menjadi pilihan yang diutamakan juga oleh ibu muda yang menawan.

Bagaimanakah perjalan panjang yang mesti diallui Sabun Transparan hingga sampai mencapai kondisi dan keadaan seperti sekarang ini.

Sejarah Sabun Transparan

Dikutip dari realmofhistory.com, Sabun tertua digunakan untuk tujuan ritual oleh pendeta Sumeria. Mereka mensucikan diri dengan sabun sebelum melakukan upacara sakral. Selanjutnya, beberapa versi sabun yang dimodifikasi dan digunakan untuk mengobati penyakit kulit.

Bangsa Mesir kuno (sekitar 1500 SM) merancang teknik dan metode untuk meramu komponen seperti sabun, caranya mencampur alkali dengan minyak. Hal tersebut dibuktikan oleh beberapa spesimen papirus. Selanjutnya, bangsa Neo-Babylonia memperbaiki resep sabun ‘washing-stone’. Mereka menggabungkan abu, ekstrak cypress dan minyak wijen, pada abad ke-6 SM.

Sejarah pembuatan sabun sudah ada sejak abad ke-8 Masehi. Berdasasarkan tulisan N Elisseeff dalam Ensiklopedia Islam volume IV yang berjudul “Qasr al-Hayr al-Sharqi“para arkeolog menemukan bukti pembuatan sabun pada masa kekhalifahan Islam sedang mengalami masa kejayaan (keemasan).

Al-Maqdisi seorang muslim yang ahli ilmu kelahiran Yerusalem mengungkapkan kemajuan industri sabun di dunia Islam dalam risalahnya yang berjudul “Ahsan al-Taqasim fi ma’rifat al-aqalim“. Menurut al Maqdisi, pada abad ke-10 Masehi, kota Nablus (Palestina) sangat terkenal sebagai pusat industri sabun. Selanjutnya, sabun dari kota Nablus tersebut dikirmikam ke kota-kota Islam pada masa itu.

Raja al-Muzaffar Yusuf ibnu Umar ibnu ‘Ali ibn Rasul mengisahkan bahwa Suriah sangat dikenal sebagai penghasil sabun keras (hard soap) untuk keperluan di toilet pada abad ke 13 Masehi.

Al-Maqdisi juga menyebutkan bahwa sabun juga dibuat kota-kota di kawasan Mediterania, termasuk di Spanyol Islam. Kali itu, Andalusia dikenal sebagai penghasil sabun dari minyak zaitun (olive oil). M Shatzmiller dalam tulisannya bertajuk al-Muwahhidun, yang tertulis dalam Ensiklopedia Islam terbitan Brill Leiden, juga mengungkapkan betapa pesatnya industri sabun berkembang di dunia Islam. Menurut Shatzmiller, pada tahun 1200 M, di Kota Fez (Maroko) terdapat 27 pabrik sabun.

Sungguh demikian panjang sejarah sabun.
Bahan Pembuatan Sabun Transparan

Bahan untuk membuat sabun terdiri atas bahan baku (dasar) sabun dan bahan pembantu (pendukung, penolong).
Bahan Baku/Dasar Sabun

Apa pun jenis sabun, apakah itu sabun cair atau sabun batang bahan bakunya sama yakni minyak (lemak) dan alkali (basa, lye).  Perbedaan sabun cair dan sabun batang adalah penggunaan jenis alkali yang digunakan dalam reaksi penyabunan. Untuk membuat sabun cair digunakan alkali berupa KOH (Kalium atau potasium hidroksida, sedangkan dalam pembuatan sabun batangan digunakan alkali berupa NaOH (Natrium atau sodium hidroksida).

Bahan alami pembuatan sabun

Minyak atau lemak merupakan bahan alami pembuatan sabun. Sebenarnya komponen penyusun lemak/minyak yang berupa asam lemak adalah bahan baku alami pembuatan sabun. Asam lemak ini bersama gliserol membentuk trigliserida. Trigliserida inilah yang direaksikan dengan alkali membentuk garam (berupa sabun). Reaksi ini merupakan reaksi penggaraman atau penetralan. Karena tujuan reaksi adalah membentuk sabun, maka reaksinya disebut dengan reaksi penyabunan.

Perbedaan minyak dan lemak terletak pada segi bentuk fisiknya. Pada suhu ruang, lemak cenderung berbentuk padat (solid) sedangkang minyak berbentuk cair (liquid). Perbedaan lainnya terletak pada asal bahan tersebut berasal. Lemak umumnya diperoleh dari hewan (animal), sedangkan minyak diekstrak dari tanaman.
Perjalanan Sabun Transparan Adev Natural Perjalanan Sabun Transparan Adev Natural Reviewed by Anna Bulgaria on 17:50 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.